Pun Hujan Terbaca pada Angin Diam
pada kilat cahaya kesekian
pun hujan terbaca pada angin diam
menggenang pada lorong-lorong hitam rambutmu
yang dititi bayangan menyusur memanjang
tanpa kata-kata, kata-kata nanti akan jadi rindu
yang menyulam benang-benang rinai
menjadi bunga-bunga sepi bermekaran
suatu kali, semoga masih berkilat cahaya di sini
pada hujan yang terbaca pada angin diam
saat bayangan menyusur sepanjang rambutmu
sirna oleh jarak dan kata-kata mengelopak
dalam genangan yang telah mengkristal jadi kenangan
Malang, 11 Juli 2004
pun hujan terbaca pada angin diam
menggenang pada lorong-lorong hitam rambutmu
yang dititi bayangan menyusur memanjang
tanpa kata-kata, kata-kata nanti akan jadi rindu
yang menyulam benang-benang rinai
menjadi bunga-bunga sepi bermekaran
suatu kali, semoga masih berkilat cahaya di sini
pada hujan yang terbaca pada angin diam
saat bayangan menyusur sepanjang rambutmu
sirna oleh jarak dan kata-kata mengelopak
dalam genangan yang telah mengkristal jadi kenangan
Malang, 11 Juli 2004
